
Yogyakarta-(25/08/2014) Ir. Semuel Samson. M.Si. , Duta Besar Republik Indonesia Untuk Republik Serbia mengunjungi UIN Sunan Kalijaga. Dalam kunjungan ini juga diadakan Kuliah Umum dan MoU antara UIN Sunan Kalijaga dan Kedutaan RI untuk Serbia.
Semuel Samson mengatakan bahwa, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Serbia sudah berlangsung selama 60 tahun. Pembukaan diplomatik telah dimulai sejak kepemimpinan Presiden Soekarno pada tahun 1954, Yugoslavia (Serbia) membuka Kedutaan Besar di Jakarta pada tahun 1955, sedangkan Indonesia membuka Kedutaan Besar di Beograd pada tahun 1956. Serbia (Yugoslavia) sudah membina hubungan baik dengan Indonesia sejak Kepemimpinan Presiden Tito. Hubungan baik ini tidak terlepas dari hubungan baik antara Soekarno-Tito, yang menyebabkan hubungan menjadi harmonis dan akrab. Hubungan yang harmonis ini tampak pada kedua negara yang saling memberi dan menghargai. President Soekarno menerima gelar Doktor Honoris Causa dariBelgrade University(1956)sedangkan President Tito menerima gelar Doktor Honoris Causa dariUniversitas Padjadjaran(1958). Hingga kini hubungan antara Indonesia – Serbia terjalin secara harmonis.
Pada masa kepemimpinan Soekarno kerjasama antara RI-Serbia juga dilakukan dalam hal kerjasama pembangunan dan pertahanan. Yugoslavia (Serbia) turut berperan pada pembangunan Indonesia sebagai donor (pinjaman dan hibah) maupun penyedia bantuan teknis khususnya untuk konstruksi infrastruktur. Dalam pendidikan, ratusan pelajar Indonesia menerima pendidikan (terutama bidang rekayasa teknik) dari Yugoslavia. Adapun dalam bidang pertahanan, Yugoslavia (Serbia) mensuplai peralatan tempur dalam operasi Trikora maupun perlengkapan umum TNI di masa-masa sesudahnya. “Jika kita melihat pada masa lampau begitu besar arti kerjasama antara Indonesia-Serbia, hal inilah yang membuat kita selalu menjalin hubungan yang harmonis antara kedua negara” tutur Semuel.
Indonesia dan Yugoslavia (Serbia) merupakan pendiri Gerakan Non Blok (GNB) bersama Mesir, Ghana, India. Adapun GNB diinspirasi oleh Konferensi Asia Afrika (1955) di Bandung yang ditindaklanjuti dengan KTT GNB diBeograd (1961).
Kuliah umum ini diakhiri dengan penandatanganan MoU antara UIN Sunan Kalijaga dan Kedutaan RI Untuk Serbia. Pihak Kedutaan RI untuk serbia Diwakili oleh Ir. Semuel Samson, M.Si sedangkan Pihak UIN Sunan Kalijaga diwakili oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Musa Asy’arie. Point penting dalam kerjasama ini diantaranya: 1. Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), 2. Saling membantu dalam kegiatan kajian ilmiah kedua belah pihak dan 3. Membantu bidang kemahasiswaan melalui pelatihan untuk menunjang peningkatan kualitas Student need dan studint interest. (Doni Tri W-Humas UIN Suka).
(Dikutip dari: http://uin-suka.ac.id/index.php/page/berita/detail/890/uin-sunan-kalijaga-jalin-kerjasama-dengan-duta-besar-republik-indonesia-untuk-republik-serbia)
