Amanat Presiden Soekarno pada
peringatan maulid Nabi Muhammad saw. di Stadion Gelora Bung Karno,
Senayan, tanggal 6 Agustus 1963 (Penerbitan Sekretariat Negara No.
618/1963).
“Sore-sore saya dibawa oleh Presiden Suriah Sukri
al-Kuwatly ke makam Salahuddin. Lantas Presiden Kuwatly bertanya kepada
saya, "apakah Presiden Soekarno mengetahui siapa yang dimakamkan di sini?"
Saya berkata," saya tahu, of course I know. This is Salahuddin, the
great warrior," kataku.
Presiden Kuwatly berkata," tetapi ada satu jasa
Salahuddin yang barangkali Presiden Soekarno belum mengetahui".
" What is
that", saya bertanya.
Jawab Presiden Kuwatly, "Salahuddin inilah yang
mengobarkan api semangat Islam, api perjuangan Islam dengan cara
memerintahkan kepada umat Islam supaya tiap tahun diadakan perayaan
maulid nabi. Jadi sejak Salahuddin tiap-tiap tahun umat Islam
memperingati lahirnya, juga wafatnya Nabi Muhammad saw. peringatan
maulid nabi ini oleh Salahuddin dipergunakan untuk membangkitkan
semangat Islam, sebab pada waktu itu umat Islam sedang berjuang
mempertahankan diri terhadap serangan-serangan dari luar pada Perang
Salib. Sebagai strateeg besar, saudara-saudara, bahkan sebagai
massapsycholoog besar, artinya orang yang mengetahui ilmu jiwa dari
rakyat jelata, Salahuddin memerintahkan tiap tahun peringatilah maulid
nabi....."
Tidak ragu lagi bahwa kelahiran Nabi Saw termasuk
hari-hari Allah, sehingga memperingatinya berarti melaksanakan perintah
Allah. Perkara yang demikian bukanlah bid'ah, tetapi merupakan sunnah
hasanah (tradisi baik), sekalipun tidak pernah ada pada masa Rasulullah
Saw...
(dikutip http://zadandunia.blogspot.com)


0 komentar:
Posting Komentar